Fokus utama dalam program ini adalah melakukan Analisis Biomekanika Cabor Panahan terhadap setiap gerakan atlet saat melepaskan anak panah. Dengan menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan sensor gerak, pelatih dapat melihat detail posisi tubuh, stabilitas lengan, hingga sudut tarikan busur yang paling optimal. Data ini sangat krusial untuk menemukan kelemahan kecil yang mungkin tidak tertangkap oleh mata telanjang. Melalui rekaman visual yang dianalisis secara digital, atlet dapat melihat sendiri bagian mana dari gerakannya yang perlu diperbaiki, sehingga proses koreksi teknik menjadi jauh lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan metode latihan tradisional.
Penerapan teknologi pada cabor panahan ini juga bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera jangka panjang bagi para atlet. Dengan memahami distribusi beban pada otot dan sendi saat menarik busur, tim medis dapat memberikan saran mengenai latihan penguatan otot spesifik yang diperlukan. Akurasi dalam panahan bukan hanya soal fokus mental, tetapi juga soal konsistensi mekanis tubuh yang didukung oleh kondisi fisik yang prima. Sport science memberikan panduan bagi atlet untuk mencapai efisiensi gerakan maksimal dengan tenaga yang minimal, sehingga daya tahan atlet saat bertanding dalam durasi lama tetap terjaga dengan stabil.
Tujuan akhir dari intervensi teknologi ini adalah untuk melakukan koreksi akurasi secara permanen pada setiap sesi latihan. Hasil dari analisis biomekanika tersebut kemudian diterjemahkan menjadi program latihan harian yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Tidak ada satu teknik yang cocok untuk semua orang; setiap atlet memiliki postur dan kekuatan yang berbeda, dan di sinilah keunggulan sport science berperan dalam menyesuaikan teknik dengan karakteristik fisik atlet. Bekasi ingin memastikan bahwa setiap peluru atau anak panah yang dilepaskan adalah hasil dari perhitungan ilmiah yang matang.
